BERINGIN


 Definisi:

Beringin, yang disebut juga waringin atau ara, dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias pot. Pemulia telah mengembangkan beringin olahan loreng yang populer sebagai tanaman hias ruangan. Beringin juga sering digunakan sebagai objek bonsai. Beringin adalah tumbuhan asli dari Asia dan Australia.


BAGIAN-BAGIAN BERINGIN :


1.Akar

2.Batang

3. Daun

4.Bunga

5.Buah


PENJELASAN BAGIAN BERINGIN:


A.Akar

Pohon beringin termasuk jenis tanaman yang dicabut tunggang dan memiliki akar berwarna coklat. Akar pada pohon ini menyebar sehingga dapat berperan sebagai penopang pohon besar tersebut.


Bentuk persebaran akar pohon beringin mirip jaring sehingga berfungsi pula seperti sebuah jaring yang bisa mengamankan kebutuhan nutrisi pohon tersebut. Ketika sudah dewasa atau tua, tumbuhan ficus atau beringin akan memunculkan akar gantung.


Pada akar beringin, setelah mencapai tanah berfungsi menyerap unsur hara dari tanah, bagian yang berada diatas tanah berubah menjadi batang.


B.Batang

Batang beringin mencapai tinggi hingga 40−50 m dengan diameter batang mencapai 100−190 cm. Beringin memiliki batang tegak, bulat, bentuk batang seperti silindris percabangan simpodial, permukaan kasar, pada batang tumbuh akar gantung berwarna coklat kehitaman.


Namun, ukuran beringin tentunya juga tergantung dari kesuburan pohon itu sendiri.


C.Daun

Beringin memiliki daun berbentuk lonjong, daun tunggal, bersilang menghadap, lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 3-6 cm, lebar 2-4 cm, bertangkai pendek, pertulangan menyirip, berwarna hijau.


Permukaan daun licin (leavis) atau mengkilap (nitidus), memiliki sisik daun : pada daun seperti ini, daun menjadi tipis, kering dan membentuk sebuah membran yang memiliki struktur seperti kertas dan berfungsi melindungi tunas.


Pada dasarnya fungsi daun beringin adalah tempat berlangsungnya proses fotosintesis, pertukaran CO2 dan O2 serta media penguapan udara.


D.Bunga

Beringin juga memiliki bunga jenis tunggal dan bentuk kelopak seperti corong dengan warna hijau. Sementara itu, mahkota bunga beringin berbentuk bulat yang berwarna kuning kehijauan sedangkan bagian putik dan benang sari memiliki warna kekuningan dengan permukaan yang halus.

Bunga pada tumbuhan beringin umumnya akan tumbuh di daerah ketiak daun.


E.Buah

Buah dari pohon beringin ini termasuk dengan buah buni berdaging tebal, yakni buah dengan bentuk bulat memanjang dengan panjang 0,5-1 cm.

Warna buah beringin terbagi menjadi tiga sesuai usianya. Ketika masih muda buah ini berwarna hijau. Apabila sudah setengah matang akan berwarna kuning. Sedangkan buah yang sudah masak kulit buahnya akan berwarna merah.

Buah beringin termasuk buah majemuk dengan tipe Syconus yaitu buah ini berkembang dari hypanthodium infloresensi.


F.Biji

Biji buah beringin berbentuk bulat berwarna putih dan mempunyai tekstur yang keras, berbentuk pipih dan letaknya ada di bagian dalam buahnya.

Warna biji yang masih muda biasanya kuning sedangkan biji pada buah yang sudah masak akan berwarna kehitaman.

Pada dasarnya fungsi biji pada pohon beringin adalah untuk alat kembang biak pohon.


HABITAT DAN PESEBARAN BERINGIN :


Pohon beringin merupakan tanaman asli Asia Tenggara termasuk dari Indonesia dan sebagian Australia. Kita dapat menemukan pemindahan pohon gantung ini di berbagai daerah di Indonesia.


Secara umum wilayah penyebaran pohon beringin adalah di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, serta sebagian Pulau Sulawesi. Negara-negara Asia lain yang juga menjadi habitat beringin adalah Malaysia, Brunei, Singapura, dan sekitarnya.


Beringin juga tumbuh di Australia dan wilayah Pasifik seperti Hawaii, Arizona, Florida dan Amerika.


Di kawasan tropis, Ficus benjamina L tersebar luas sering ditanam sebagai tanaman pinggir jalan. Pohon ini populer sebagai tanaman taman karena ketahanannya pada keadaan yang kurang baik.


Ficus benjamina L. dapat hidup di bawah sinar matahari langsung tetapi juga tahan di tempat teduh. Beringin perlu disiram sedikit pada musim panas dan hanya perlu dibiarkan begitu saja pada musim dingin.


Apabila ditanam di dalam rumah, beringin mampu tumbuh besar dan perlu dipindahkan. Daunnya sensitif terhadap pertukaran cahaya.


Ketika dipindahkan ke pot atau daerah baru, beringin akan menggugurkan daunnya dan berganti dengan daun yang baru, karena menyesuaikan diri dengan cahaya.


JENIS-JENIS BERINGIN:


Jenis-jenis beringin yang paling populer antara lain yaitu:


1. Beringin India (Ficus benghalensis)

Pohon beringin jenis ini adalah jenis yang biasa terdapat di India. Beringin India adalah satu jenis pohon yang terkadang juga dipanggil dengan nama ara pencekik.


Kenapa disebut ara pencekik? Karena cara tumbuhnya yang muncul di antara lubang dan rekahan pohon yang sudah berdiri. Nama-nama umum yang lain untuk pohon ini adalah ara Bengal atau ara India.


Pohon ini bersifat epifit dan menyerap kelembaban dari udara. Beringin India memilki batang yang besar, struktur yang berlekuk-lekuk dengan warna kulit abu-abu yang terang. Daunnya berbentuk bulat panjang dan kasar, ukurannya dari 4 hingga 8 inci.


Cabangnya berbentuk seperti akar yang menjulur ke tanah dan menancap membentuk batang yang lain.


2. Beringin (Ficus benjamina)

Pohon beringin ini tingginya dapat mencapai 30 m, bentuk daunnya lonjong dengan ujung yang tajam dan mengkilap dengan ukuran daun 6-13 cm.


Pucuk daun beringin berwarna hijau muda dan sedikit berombak, sedang yang tua berwarna hijau dan halus.


Kulit batangnya berwarna abu-abu muda dan halus, sedangkan batang-batang yang muda biasanya berwarna kecoklatan.


3. Beringin Putih (Ficus benjamina variegata)

Beringin putih memiliki ciri yang hampir sama dengan pohon beringin biasa. Faktor utama yang membedakan adalah pada warna daunnya.


Pohon beringin ini memiliki warna daun hijau dengan guratan putih di pinggirannya. Pohon jenis ini biasanya digunakan sebagai tanaman hias karena keunikan daunnya.


4. Beringin Preh (Ficus retusa)


Ficus retusa biasa dipanggil pohon preh oleh orang Jawa. Pohon ini daunnya tumbuh seperti semak, dan warna daunnya selalu hijau. Kulit dari batangnya berwarna keabu-abuan dengan bintik-bintik yang horizontal yang sering disebut dengan lentisel.


Jenis beringin ini memliki akar gantung atau biasa disebut juga dengan akar angin. Akar beringin preh biasanya keluar saat musim hujan.


5. Beringin Afrika (Ficus nerifolia/salicifolia )

Beringin ini dapat tumbuh hingga 15 meter dengan batangnya yang halus dan cabangnya berwarna abu-abu gelap. Daunnya berbentuk lonjong menyerupai tombak dan tidak berbulu, panjangnya sekitar 8-18 cm dan lebarnya 3-6,6 cm.


Pohon beringin Afrika memiliki buah yang berbentuk lonjong dan tumbuh berpasangan di setiap cabang yang tua. Habitat asli dari pohon ini adalah di daerah sekitar selatan Tibet, daerah Yunnan Cina, dan India, dan beberapa negara Asia Tengah. Di Nepal, daun dari pohon ini biasa digunakan sebagai pakan ternak dan sebagai obat tradisional.


6. Karet Kebo (Ficus elastica)

Pohon ini berasal dari daerah India, Cina, Bhutan, Myanmar, Malaysia juga india.


Karet kebo juga masuk ke dalam kelompok beringin, dengan batangnya yang dapat tumbuh mencapai 25 sampai dengan 30 meter dan memiliki akar angin atau akar yang menggantung. Akar yang menjuntai ke tanah akan berfungsi sebagai jangkar untuk menopang berat dari cabangnya.


HABITAT DAN PESEBARAN BERINGIN :


Pohon beringin merupakan tanaman asli Asia Tenggara termasuk dari Indonesia dan sebagian Australia. Kita dapat menemukan pemindahan pohon gantung ini di berbagai daerah di Indonesia.


Secara umum wilayah penyebaran pohon beringin adalah di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, serta sebagian Pulau Sulawesi. Negara-negara Asia lain yang juga menjadi habitat beringin adalah Malaysia, Brunei, Singapura, dan sekitarnya.


Beringin juga tumbuh di Australia dan wilayah Pasifik seperti Hawaii, Arizona, Florida dan Amerika.


Di kawasan tropis, Ficus benjamina L tersebar luas sering ditanam sebagai tanaman pinggir jalan. Pohon ini populer sebagai tanaman taman karena ketahanannya pada keadaan yang kurang baik.


Ficus benjamina L. dapat hidup di bawah sinar matahari langsung tetapi juga tahan di tempat teduh. Beringin perlu disiram sedikit pada musim panas dan hanya perlu dibiarkan begitu saja pada musim dingin.


Apabila ditanam di dalam rumah, beringin mampu tumbuh besar dan perlu dipindahkan. Daunnya sensitif terhadap pertukaran cahaya.


Ketika dipindahkan ke pot atau daerah baru, beringin akan menggugurkan daunnya dan berganti dengan daun yang baru, karena menyesuaikan diri dengan cahaya.


JENIS-JENIS BERINGIN:


Jenis-jenis beringin yang paling populer antara lain yaitu:


1. Beringin India (Ficus benghalensis)

Pohon beringin jenis ini adalah jenis yang biasa terdapat di India. Beringin India adalah satu jenis pohon yang terkadang juga dipanggil dengan nama ara pencekik.


Kenapa disebut ara pencekik? Karena cara tumbuhnya yang muncul di antara lubang dan rekahan pohon yang sudah berdiri. Nama-nama umum yang lain untuk pohon ini adalah ara Bengal atau ara India.


Pohon ini bersifat epifit dan menyerap kelembaban dari udara. Beringin India memilki batang yang besar, struktur yang berlekuk-lekuk dengan warna kulit abu-abu yang terang. Daunnya berbentuk bulat panjang dan kasar, ukurannya dari 4 hingga 8 inci.


Cabangnya berbentuk seperti akar yang menjulur ke tanah dan menancap membentuk batang yang lain.


2. Beringin (Ficus benjamina)

Pohon beringin ini tingginya dapat mencapai 30 m, bentuk daunnya lonjong dengan ujung yang tajam dan mengkilap dengan ukuran daun 6-13 cm.


Pucuk daun beringin berwarna hijau muda dan sedikit berombak, sedang yang tua berwarna hijau dan halus.


Kulit batangnya berwarna abu-abu muda dan halus, sedangkan batang-batang yang muda biasanya berwarna kecoklatan.


3. Beringin Putih (Ficus benjamina variegata)

Beringin putih memiliki ciri yang hampir sama dengan pohon beringin biasa. Faktor utama yang membedakan adalah pada warna daunnya.


Pohon beringin ini memiliki warna daun hijau dengan guratan putih di pinggirannya. Pohon jenis ini biasanya digunakan sebagai tanaman hias karena keunikan daunnya.


4. Beringin Preh (Ficus retusa)


Ficus retusa biasa dipanggil pohon preh oleh orang Jawa. Pohon ini daunnya tumbuh seperti semak, dan warna daunnya selalu hijau. Kulit dari batangnya berwarna keabu-abuan dengan bintik-bintik yang horizontal yang sering disebut dengan lentisel.


Jenis beringin ini memliki akar gantung atau biasa disebut juga dengan akar angin. Akar beringin preh biasanya keluar saat musim hujan.


5. Beringin Afrika (Ficus nerifolia/salicifolia)

Beringin ini dapat tumbuh hingga 15 meter dengan batangnya yang halus dan cabangnya berwarna abu-abu gelap. Daunnya berbentuk lonjong menyerupai tombak dan tidak berbulu, panjangnya sekitar 8-18 cm dan lebarnya 3-6,6 cm.


Pohon beringin Afrika memiliki buah yang berbentuk lonjong dan tumbuh berpasangan di setiap cabang yang tua. Habitat asli dari pohon ini adalah di daerah sekitar selatan Tibet, daerah Yunnan Cina, dan India, dan beberapa negara Asia Tengah. Di Nepal, daun dari pohon ini biasa digunakan sebagai pakan ternak dan sebagai obat tradisional.


6. Karet Kebo (Ficus elastica)

Pohon ini berasal dari daerah India, Cina, Bhutan, Myanmar, Malaysia juga india.


Karet kebo juga masuk ke dalam kelompok beringin, dengan batangnya yang dapat tumbuh mencapai 25 sampai dengan 30 meter dan memiliki akar angin atau akar yang menggantung. Akar yang menjuntai ke tanah akan berfungsi sebagai jangkar untuk menopang berat dari cabangnya.


FAKTA-FAKTA POHON BERINGIN :


Setelah kita mengenal seluk-beluk pohon beringin, ternyata pohon ini juga mempunyai fakta-fakta menarik yang perlu kita ketahui, antara lain:


1. Beringin Produsen Udara Segar

Beringin sangat produktif dalam menghasilkan oksigen pada siang hari. Saat kita berada di bawah naungan pohon ini, maka udara akan terasa segar dan terbebas dari polusi udara.


Kondisi ini disebabkan oleh rimbunnya daun beringin sehingga menghasilkan oksigen lebih banyak. Karakteristiknya pula yang menjadi beringin sebagai pohon pilihan utama di taman kota.


2. Pohon Beringin Termasuk Jenis Pohon Raksasa

Beringin dapat dikatakan sebagai pohon raksasa karena akan terus tumbuh membesar. Ukuran tingginya dapat mencapai 25 meter dengan diameter batang 2 meter.


Pohon beringin akan tampak semakin besar karena adanya akar gantung disekitarnya. Oleh karena itu diperlukan lahan yang luas agar pertumbuhan pohon beringin optimal.


3. Memunyai Kanopi yang Luas untuk Berteduh

Percabangan beringin akan membentuk kanopi yang besar dan luas, sehingga cocok dijadikan pohon peneduh. Pertumbuhannya yang tinggi pun menjadikan kita leluasa beraktivitas dibawahnya.


4. Kemampuan Akar Beringin Mampu Menjaga Cadangan Air Tanah

Dengan adanya vegetasi beringin, maka kualitas air tanah dapat diperbaiki secara alami. Pohon yang memiliki akar tanah dan akar gantung ini mampu menyerap banyak udara dibandingkan pohon lainnya.


Oleh karena itu, selain menjaga cadangan udara tanah, pohon ini juga dapat mencegah penumpukan di sekitar halaman rumah serta akarnya membantu struktur tanah agar tetap stabil.


5. Beringin Mampu Menjaga Kelembapan Udara di Lingkungan Sekitarnya

Lingkungan sekitar tumbuhnya pohon beringin akan cenderung lembab karena sinar matahari tertutup oleh percabangannya yang lebar dan daunnya yang lembab. Tak jarang suasana atmosfer lembab ini dengan fenomena gaib yang menyeramkan.


6. Sulit Untuk Ditebang dan Dibuang

Beringin yang telah tumbuh terlalu besar akan sulit ditebang dan dibuang ke sistem perakarannya. Cara paling mudah untuk membersihkannya adalah membiarkan beringin tumbuh tua dan roboh dengan sendirinya.


MANFAAT POHON BERINGIN :


Salah satu jenis beringin yang telah dimanfaatkan adalah Ficus benjamina L. (Beringin/Waringin). Daun berkhasiat sebagai obat influenza, radang saluran pernapasan (bronkitis), batuk rejan (pertusis), malaria, radang usus akut, disentri, dan kejang panas pada anak-anak.


Berdasarkan data empiris diketahui bahwa akar udara / akar gantung dari pohon beringin memiliki kandungan fenol, zat gula dan juga asam amino.


Kandungan zat tersebut dapat mengobati beberapa keluhan penyakit, seperti demam tinggi, rematik, influenza, luka memar, radang amandel, kejang pada anak, disentri, malaria hingga radang usus akut.


Selain itu dikatakan pula bahwa pohon beringin, khususnya pohon beringin putih memiliki kandungan zat berupa flavonoid, alkaloid dan saponin. Ketiga kandungan tersebut berperan sebagai zat anti kanker, karena fungsinya memang menghambat sekaligus mencegah pertumbuhan sel-sel kanker di dalam tubuh.


Kendati demikan, masih belum dijelaskan dengan lebih spesifik mengenai cara pemanfaatan pohon beringin ini untuk kesehatan dan pengobatan penyakit. Oleh karena itu, tanpa informasi yang jelas, kita pun tidak boleh mengkonsumsinya sebagai obat oral maupun obat luar.


Sebab, belum ada keterangan maupun tata cara resep hingga penggunaanya.


RINGKASAN:


Pohon beringin yang merupakan tanaman asli Asia Tenggara termasuk dari Indonesia dan sebagian Australia ini banyak ditanam sebagai tanaman hias di fasilitas umum seperti alun-alun, lapangan umum, perindang jalan maupun tanaman hias di halaman kantor dan rumah.


Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi hingga 40−50 m dengan diameter batang mencapai 100−190 cm. Beringin memiliki daun berbentuk lonjong, daun tunggal.


Beringin termasuk jenis tanaman yang dicabut tunggang dan berwarna coklat. Akar pada pohon ini menyebar sehingga dapat berperan sebagai penopang pohon besar tersebut.


Bentuk persebaran akar pohon beringin mirip jaring sehingga berfungsi pula seperti sebuah jaring yang bisa mengamankan kebutuhan nutrisi pohon tersebut.


Jenis pohon beringin sangat beragam dan tersebar di berbagai belahan dunia, beberapa spesies yang populer yaitu Beringin India (Ficus benghalensis) dan Beringin/Waringin (Ficus benjamina).


Beringin termasuk dalam kategori pohon raksasa karena akan terus tumbuh membesar dan juga sulit untuk ditebang. Selain itu, percabangan beringin akan membentuk kanopi yang besar dan luas, sehingga cocok dijadikan pohon peneduh


Pohon beringin (Ficus benjamina L.) memiliki berbagai macam manfaat untuk kesehatan. Misalnya: daun dan akarnya berkhasiat sebagai obat influenza, radang saluran pernafasan (bronkitis), batuk rejan (pertusis), malaria, radang usus akut, disentri, dan kejang panas pada anak-anak.


Namun, cara penggunaan dan penerapannya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Popular posts from this blog

LINK